"The Beginning of The End"

Dilema Kaum Muslimin : Obama dan Gaza

Posted by: ukhtiayu on: Januari 24, 2009

Di tengah hangar-bingar dan mewahnya acara pelantikan Presiden Barrack Hussein Obama sebagai Presiden kulit hitam pertama Amerika yang ke 44, sungguh sangat miris jika kita menyadari akan apa yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina. Acara pelantikan yang tentu sangat meriah dan penuh dengan berbagai hiburan yang melenakan dan penuh dengan mudharat. Sungguh sangat kontras dengan situasi di Gaza yang sangat mencekam tanpa adanya asupan listrik dan air, tanpa persediaan bahan makanan, obat-obatan, serta tim medis, juga dengan bergeletakkannya mayat yang tidak dapat dikenali lagi identitasnya dikarenakan luka bakar akibat serangan dengan menggunakan posfor putih yang jika mengenai kulit, maka akan membakar hingga tulang. Sehingga mayat yang baru saja terkena serangan pun terlihat seperti mayat yang sudah lama terluka dan membusuk. Padahal sudah jelas pada Perjanjian Jenewa, dilarang untuk menggunakan posfor putih dalam penyerangan.

Setelah pergantian Presiden dari George Walker Bush menjadi Barrack Hussein Obama, dengan partai yang berbeda, visi yang berbeda, dan cara berkuasa yang berbeda pula, sangat banyak sekali orang di seluruh dunia berharap pada Obama akan terjadinya perubahan, terutama dalam hal peperangan dan perdamaian dunia. Mereka berharap Obama dapat menghentikan peperangan yang selama ini terjadi seperti yang saat ini terjadi di Palestina. Padahal di balik semua peperangan tersebut, Amerika-lah yang mempunyai andil terbesar. Buktinya, PBB saja –organisasi terbesar di dunia- tidak mampu berkutik ketika AS memveto resolusi PBB. Amerika yang notabene sekarang dipimin oleh Obama, apakah mungkin seorang Obama dapat mengubah seluruh kebijakan yang sudah dibuat berdasarkan kepentingan para kapitalis? Obama hanyalah seorang actor baru di panggung lama yang sudah di-setting secara total. Dan tidaklah mungkin jika hanya seorang Obama mampu mengubah settingan panggung lama tersebut yang dibelakangnya terdapat banyak sekali orang bahkan institusi yang berpengaruh. Panggung lama itu tidak lain dan tidak bukan adalah SISTEM KAPITALISME.

Sungguh banyak warga Indonesia yang berharap kepada Obama dengan alasan yang bermacam-macam pula. Karena Obama pernah tinggal di Indonesia, karana salah satu orangtuanya beragama islam –padahal hanya bapak tirinya saja-, karena Obama berasal dari partai yang berbeda dengan Bush sehingga mungkin saja Obama membawa perubahan. Begitulah beberapa alasan yang mereka ungkapkan , dan masih banyak lagi alasan yang mereka ungkapkan. Padahal jika dicerna, visi dari partai Demokrat dan Republik tidaklah berbeda. Perbedaan hanya ada pada cara mereka merealisasikannya. Jika Bush merealisasikan visinya dengan cara yang hard yaitu imperialisme, penjajahan. Namun jika Obama memperjuangkan visinya dengan cara yang soft namut sangat menusuk sehingga banyak orang yang tidak sadar akan hal tersebut.

Telah kita lihat pada janji-janji gombal Obama bahwa Obama telah berjanji untuk membawa perubahan ‘Change,,,Change,,,Change’ begitulah katanya. Namun Obama meminta kita untuk menunggu dalam kurun waktu ± 4 bulan. Lalu, bagaimana dengan keadaan saudara-saudara seiman kita di Palestina? Apakah mereka disuruh untuk menungu selama itu? Bukankah sudah terbayang apa yang akan terjadi di Tanah Suci Palestina tersebut? Bukankah dalam kurun waktu 1 bulan saja sudah ada 1200 para syuhada? Lalu bagaimana jika mereka harus menunggu 4 bulan? Berapa banyak yang akan menjadi korban kebiadaban Israel? Haruskah kita dan mereka menunggu????

Jika Obama memang benar-benar ingin melakukan perubahan, lalu mengapa sekarang setelah beliau dilantik, beliau menunda-nunda perubahan tersebut? Memang sungguh tragis, begitu banyak kaum muslim Indonesia yang berharap pada Obama. Padahal sudah jelas Obama benar-benar memihak pada Israel dan semua upaya yang dilakukan Obama hanyalah topeng untuk mengubah image Amerika yang sudah dikenal suka peperangan.
Kita harus melihat pribadinya dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang telah dinyatakannya. Barrack Obama telah menyatakan keinginannya untuk menyerang Pakistan, mengintensifkan peperangan di Afganistan dan terus mempromosikan kapitalisme yang telah membawa malapetaka. Dia juga telah berikrar untuk senantiasa mendukung pendudukan brutal Israel di Palestina. Dimanakah letak perubahan ‘yang sesungguhnya’ dari kebijakan-kebijakan George W. Bush?

Perubahan yang sesungguhnya di Dunia Islam tidak bisa datang dari kepercayaan pada satu orang. Tidak juga hal ini akan pernah datang dari sebuah system kapitalis yang telah gagal. Perubahan itu akan datang ketika kaum muslim di dunia kembali pada islam, kembali kepada keyakinan dan ide-ide politik islam dan mendirikan kembali Kekhilafahan Islam sebuah system yang bertanggung jawab, adil, tertutup bagi manipulasi, yang meletakkan kaum duafa dan lemah di pusat system ekonominya, dan yang akan mempertahankan tanahnya dari pendudukan eksploitasi. Sebuah institusi yang sudah jelas keshahihannya dan telah terbukti selama 13 abad dan tentu menjalankan sunnah Rasul Muhammad SAW dan terjaminnya seluruh aspek kehidupan, tidak hanya masalah di Gaza, Palestina tapi di seluruh dunia sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Sudah 84 tahun Kekhilafahan runtuh, dan telah kita lihat begitu banyak kerusakan yang terjadi di muka bumi. Namun selama 1300 tahun islam memimpin, sungguh aman, tentram dan terjaminnya jiwa manusia bahkan hanya seekor keledai pun terjamin jiwanya.
Sudah saatnya, kaum muslim mengalihkan kerinduan hanya kepada kepemimpinan islam, Khilafah Rasyidah yang akan menyatukan kaum Muslim dunia dan menerapkan islam. Khilafah Islamiyyah, satu-satunya institusi berwibawa yang akan mengembalikan kehormatan umat dan menumbangkan segala penjajahan Barat. Di manakah peran kita untuk mewujudkannya???

1 Tanggapan ke "Dilema Kaum Muslimin : Obama dan Gaza"

Benar sekali, Barak Obama tuh orangnya bermuka dua. walaupun ia berasal dari Indonesia tapi ia tetaplah seorang yahudi yang ingin menghancurkan Islam.

Tinggalkan Balasan