Posted by: ukhtiayu on: Juni 25, 2009
Pemilihan presiden tinggallah menghitung hari, 13 hari lagi. Waktu yang tidak lebih dari 2 minggu itu tidak disia-siakan oleh para Capres-Cawapres. Masing-masing pasangan dari ketiga Capres-Cawapres tersebut mulai mengeksiskan diri di berbagai media cetak maupun media elektronik dengan berbagai janji-janjinya yang salah satunya adalah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Walaupun yang mereka janjikan adalah ekonomi kerakyatan / ekonomi pro rakyat, tapi tak satupun dari mereka yang menunjukkan langkah-langkah rinci untuk mewujudkannya. Apa yang mereka ungkapkan hanyalah jargon-jargon yang menipu rakyat karena mereka tak pernah sedikitpun menyinggung mengenai koperasi yang notabene merupakan hal mendasar dari ekonomi kerakyatan.
Namun yang mereka janjikan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi makro Indonesia. SBY menjanjikan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%, JK menjanjikan 8%, dan Megawati menjanjikan 10%. Padahal menumbuhkan ekonomi makro adalah salah satu ciri dari Neoliberalisme. Apakah kurang jelas dengan bukti yang telah mereka ungkapkan tersebut dan dengan kebijakan yang telah mereka lakukan pada masa pemerintahan sebelumnya??? Adapun ciri–ciri Neolib yang lain adalah liberalisasi perdagangan & investasi, dan privatisasi & penjualan aset negara.
Pada masa pemerintahan sebelum-sebelumnya, sudah jelas penjualan aset-aset strategis negara dan privatisasi serta perdagangan bebas yang menguntungkan pihak asing. Pada rezim Megawati, PT Indosat di jual ke Singapura hanya senilai 5 trilyun. Padahal saat itu PT Indosat tidaklah mengalami kerugian bahkan memiliki prospek yang cerah. Namn belakangan ternyata PT Indosat telah dijual ke Qatar Telecom seharga 16 trilyun lebih. Sangat jelas kerugian yang dialami oleh Indonesia pada tahun 2002. Terlebih lagi dengan adanya legalisasi UU Migas, UU SDA, UU Kelistrikan memudahkan pihak asing untuk bercokol di Indonesia. Bahkan pada masa Megawati pun Pemrintah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan IMF yang berisi Paket Program Kebijaksanaan Ekonomi dan Keuangan. Perjanjian ini berlangsung hingga masa SBY-JK.
Meskipun SBY-JK mampu melunasi hutang IMF tersebut, tapi melunasinya pun dengna cara mencari pinjaman dari ADB dan negara lain (Jepang). Terlebih lagi, Program BLT yang katanya rancangan Pemerintah Indonesia, ternyata ada dalam Program World Bank. Sungguh terlalu!! Pemerintah memberi bantuan kepada rakyat yang tidak mampu sebesar 300 ribu rupiah tapi dengan cara berhutang kepada asing yang sudah jelas berbunga dan akan terus membengkak yang akan dibebabkan kembali kepada rakyat. Lalu apa gunanya pemerintah???
SBY-JK pun dengan mudah melepas Blok Cepu kepada Exxon Mobil pada tanggal 13 Juni 2006 setelah kedatangan Menlu AS Condoleeza Rice. Persentase yang didapat oleh Indonesia pun sangat jauh dari kata untung. Jelas seluruh kebijakan ini memihak kepada pihak asing. Di sebelah manakah pro rakyat nya?? Semua hanyalah kebohongan!! Sangatlah jelas neolib yang mereka anut walaupun dengan kadar yang berbeda-beda. Masihkan kita percaya kepada ketiga Capres-Cawapres yang sekuler ini???
Mereka semua bicara ekonomi pro rakyat / ekonomi kerakyatan padahal mereka Neoliberal tulen. Tak ada satupun yang berani bicara ekonomi pro syariah. Sesungguhnya yang kita butuhkan adalah Ekonomi Islam. Lebih jauh, yang kita butuhkan bukan hanya Ekonomi islam tapi seluruh aturan islam untuk mengatur selurh aspek kehidupan karena islam bukanlah hanya agama tapi ideologi yang sempurna yang berasal dari Sang Khalik. Merupakan hak prerogatif Allah-lah untuk membuat aturan. Aturan islam yang diciptakan oleh Sang Pencipta yang sudah pasti tahu akan kebutuhan makhluknya pastilah mengandung maslahat bagi umat.
“Membuat hukum itu sesungguhnya hanyalah kewenangan Allah” (QS. Al-an’am : 57) “Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS al-a’raf : 96)</p>
Aturan islam secara kaffah tidak akan bisa diterapkan dalam sistem kufur seperti saat ini yaitu sistem kapitalisme. Hanya dengan Khilafah Islamiyah dengan manhaj kenabianlah sistem islam dapat diterapkan secara sempurna dan tentunya akan selalu ada keberkahan di negeri ini.
The last comment